*TUJUAN PEMBELAJARAN*
~ yuk simak pembelajaran dengan selalu bersemangat dan terus merasa ingin tahu ~
*Alat Penghasil Bunyi*
a. Dawai
Coba kamu memetik gitar dengan lebih kencang, pasti suaranya lebih nyaring. Bandingkan dengan petikan yang lembut dan pelan, pasti bunyi yang keluar akan lebih rendah.
Gitar merupakan alat musik yang menggunakan dawai sebagai sumber bunyinya. Gitar dapat menghasilkan nada-nada yang berbeda dengan jalan menekan bagian tertentu pada senar itu saat dipetik. Nada yang dihasilkan dengan pola paling sederhana disebut nada dasar, kemudian secara berturut-turut pola gelombang yang terbentuk menghasilkan nada atas ke 1, nada atas ke 2, nada atas ke 3 dan seterusnya. Baca dengan baik uraian tentang nada-nada pada dawai.
Nada Dasar
Nada Dasar terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1/2 gelombang seperti pada gambar. Tali dengan panjang L membentuk ½ λ,
Sehingga : L = ½ λ maka λ = 2L. Maka frekuensi nada dasar adalah![]()
Nada Atas ke-1
Nada atas ke 1 terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1 gelombang. Tali dengan panjang L membentuk 1 λ.
L = 1 λ maka λ = L
Frekuensi nada atas ke 1 adalah
Nada Atas ke-2
Nada atas ke 2 terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1 ½ gelombang. Tali dengan panjang L membentuk 1 ½ λ atau 3/2 λ
L = 3/2 λ maka λ = 2/3 L
Frekuensi nada atas ke 2 adalah
Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke n
Frekuensi-frekuensi dan seterusnya disebut frekuensi alami atau frekuensi resonansi.
Perbandingan frekuensi-ferkuensi di atas, yaitu
b. Pipa Organa
Adapun sumber bunyi yang menggunakan kolom udara sebagai sumber getarnya disebut juga pipa organa contohnya pada seruling, terompet, atau piano. Pipa organa dibagi menjadi pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.
1. Pipa organa terbuka
Nada dasar
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1/2 gelombang, maka nada yang dihasilkannya disebut nada dasar
L = ½ λ maka λ = 2L
sehingga persamaan frekuensi nada dasar untuk pipa organa terbuka
Nada atas ke-1
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1 gelombang , maka nada yang dihasilkannya disebut nada atas ke 1.
L = 1 λ maka λ = L
Frekuensi nada atas ke 1 adalah
Nada atas ke-2
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 3/2 gelombang , maka nada yang dihasilkannya disebut nada atas ke 2. Pipa organa dengan panjang L, dimana
L = 3/2 λ maka λ = 2/3 L
Persamaan nada atas ke 2 yaitu
Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke n pada pipa organa terbuka dapat ditentukan dengan rumus
Perbandingan frekuensi nada-nada yang dihasilkan oleh sumber bunyi berupa pipa organa terbuka dengan frekuensi nada dasarnya merupakan bilangan bulat dengan perbandingan
2. Pipa organa tertutup
Nada dasar
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1/4 gelombang, maka nada yang dihasilkannya disebut nada dasar. Persamaan pipa organa tertutup untuk nada dasar adalah
Nada atas ke-1
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 3/4 gelombang , maka nada yang dihasilkannya disebut nada atas ke 1.
Persamaan pipa organa tertutup untuk nada atas ke 1 adalah
Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke n pada pipa organa tertutup dapat ditentukan dengan rumus :
Perbandingan frekuensi nada-nada yang dihasilkan oleh sumber bunyi berupa pipa organa tertutup dengan frekuensi nada dasarnya




















0 comments:
Posting Komentar